Lawan Covid-19 dengan Wudhu Yang Sempurna

Durasi virus Corona akan tetap di daerah hidung dari 3 hingga 4 jam, sampai ia menetap di rongga nafas.

Oleh karena itu, para ilmuan menemukan bahwa berwudhu 5 kali sebelum SHOLAT...... terutama pada perlakuan sunah diulang sebanyak 3 kali, yaitu dimulai dengan:

Bismillah, lalu mencuci tangan, sekarang tambahkan sabun sesuai anjuran, lanjut berkumur, tambahkan perlakuan tahan air sambil dikloko' beberapa detik lalu buang,terus membersihkan rongga2 hidung dgn cara:"ISTINSYAQ" (menghirup air kemudian menyemburkannya), 

Lalu sempurnakan dengan membasuh muka hingga tertib wudhu dilakukan........adalah merupakan salah satu cara untuk lawan virus corona, krn jarak waktu antara shalat yg satu dgn lainnya sekitar 3 hingga 4 jam.  Selamat untuk para ahli Shalat fardlu dan Ahli ibadah shalat lainnya, sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Alloh SWT.

ALHAMDULILLAH.. YAA RABB

۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞

"Saudaraku yang dirahmati Allah Ta’ala.

Jaga Wudhu kita

Kita mati-matian mencari masker yang kita pikir akan bisa menghindari kita dari virus Corona dan kematian

NAMUN 

Kita lupa, Allah sudah memberikan Masker Alami, SyariatNya yg Maha Dahsyat, cara paling mudah untuk mensucikan diri, agar terhindar dari kotoran dan najis, yaitu

"BERWUDHU" 

Rasulullah bersabda :

"Di akhir Zaman nanti akan ada banyak wabah dan penyakit melanda manusia di dunia, hanya umatku yang terhindar karena memelihara wudhunya"

(H.R Thabrani)

Wabah virus corona ini semakin hari semakin ramai beritanya baik di televisi maupun internet dan social media. Kadang kadang tampak bahwa berita berita ini adalah “social engineeriing” yang hanya ingin membuat rasa ketakutan yang berlebihan, yang membuat orang menjadi lemah dan lengah. Tidak sedikit pula berita bohong, HOAX. Bahkan WHO dan Tiongkok pun dicurigai tidak memberikan informasi yang benar pada awal terjangkitnya virus ini di Wuhan.

Memang kenyataannya virus ini dikabarkan telah menelan sangat banyak korban.

Ada berbagai macam theory mengenai asal muasal virus ini, dari mulai penularan melalui hewan sampai teori konspirasi.  Sebenarnya siapa yang ada dibalik ini dan siapa yang diuntungkan oleh kondisi ini dan akan apa hasil akhir yang ingin dicapai ? jika memang benar virus ini adalah sengaja dibuat dan disebarkan oleh golongan yang sangat tidak berperikemanusian. Sebenarnya apa yang mereka harapkan?

Dizaman yang penuh kebohongan ini sebagaimana sabda Nabi SAW:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu  yang pernah mendengar langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

سَيَأْتِيَ عَلَى الناَّسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا الأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيْلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu, orang bohong dianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Pengkhianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap pengkhianat. Ketika itu, orang “Ruwaibidhah” berbicara. Ada yang bertanya, “Siapa Ruwaibidhah itu?” Nabi menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum.” (HR. Hakim)

Dizaman ini, sebagai ummat Islam, sebaiknya mengembalikan semua ini kepada Allah SWT dengan cara kembali merujuk kepada al-Qur'an dan sunnah melalui para ulama yang jujur dan auliya-Nya.

Seorang ulama Yaman,Al  Habib Abu Bakar Adni al-Masyhur dalam buku nya ‘Al-Usus Wal-Munthalaqat’, yang ditulis sekitar tahun 2010, sepuluh tahun sebelum virus corona covid-19 ini menjadi popular. Beliau menyebutkan bahwa salah satu tanda kiamat adalah mewabahnya penyakit menular, disitu disebutkan pula tentang corona, dimana beliau pun menyebutkan bahwa Bukanlah hal yang mustahil bahwa beberapa penyakit ini sengaja dibuat oleh oknum-oknum jahat di belahan dunia, dengan tujuan politik, perekonomian, atau hanya sekedar eksperimen yang tidak bertanggung jawab.

Dugaan ini diperkuat oleh Syeikh Imran Hosein, seorang ulama pakar eskatologi (ilmu akhir zaman) asal Trinidad -Tobago, yang menduga bahwa virus ini sengaja dikembangkan oleh para antek pengikut dajj4l.

Memang sejak awal abad ini, kekuasaan “the new world order” yang semakin hari semakin mencengkram sendi sendi kehidupan, sistem perkonomian dan politik dunia, sepertinya mereka ingin mulai lebih menampilkan diri mereka untuk menunjukkan siapa sebenarnya mereka. Patut di waspadai bahwa dengan berjangkitnya covid-19 ini mereka sedang mempersiapkan sebuah platform baru atau sistem  baru yang suka tidak suka semua orang harus menggunakan nya tidak lain agar semua manusia akan semakin mudah dikontrol dan diperbudak oleh mereka demi terwujudnya tatanan dunia baru “the new word order”.

 

Tujuan mereka jelas ingin menjadi penguasa dunia satu satu nya dengan benar benar mengontrol setiap individu.

Platform perbankan, bursa saham, system asuransi, rumah sakit  yang ada saat ini sepertinya sudah usang, dan mereka ingin memperbaharuinya, me-reset semuanya dengan sebuah system baru yang lebih cepat, otomatis dan lebih mudah mereka kontrol.

Teknologi 5G dan AI (Artificail Inteligent), Ekonomi dengan uang elektronik dan crypto currency, bioteknologi, dan kemajuan-kemajuan teknologi lainnya yang akan mereka paksakan percepatannya untuk diterapkan diseluruh dunia.

 

(bersambung).

 

Memilih pemimpin dalam Islam

Pemimpin Islam

Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَمِيرٍ يَلِى أَمْرَ المُسْلِمِينَ، ثُمَّ لا يَجْهَدُ لَهُمْ وَيَنْصَحُ، إِلا لَمْ يَدْخُلْ مَعَهُمُ الجَنَّةَ

“Tidak ada seorang pemimpin yang menangani urusan kaum muslimin, kemudian tidak bersungguh-sungguh dan tidak melaksanakannya dengan baik, kecuali ia tidak akan masuk surga bersama mereka.” 

(HR Muslim).

«اسْمَعُوا، هَلْ سَمِعْتُمْ أَنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ؟ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الحَوْضَ، وَمَنْ لَمْ يَدْخُلْ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ وَلَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الحَوْضَ»

Dengarkan, apakan kalian sudah pernah mendengar, bahwa kelak sepeninggalanku akan muncul para penguasa, maka siapa saja yang mendatanginya dan membenarkan kebohongannya, serta menolong kedhalimannya, maka dia bukan dari golonganku, serta aku bukan dari golongannya, dan dia tidak akan memasuki haudh (telaga Kautsar), dan siapa saja yang tidak mendatangi penguasa, serta tidak menolong kedahlimannya, juga tidak membenarkan kebohongannya, maka dia termasuk golonganku dan akan memasuki haudh (telaga Kautsar). 

(HR. Tirmidzi, Nasa’i dan Al-Hakim).

وأخرج أحمد   في مسنده، والبيهقي بسند صحيح، عن أبي هريرة رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله  عليه وسلم: « من بدا جفا، ومن اتبع الصيد غفل، ومن أتى أبواب السلطان افتتن، وما ازداد أحد من السلطان قرباً، إلا ازداد من الله بعداً

Dari Abi Hurairah radiallahu anhu, Rasulullah bersabda, “Siapa tinggal di pedalaman maka perangainya keras, dan siapa sibuk dengan berburu maka akan lalai, serta siapa yang mendatangi pintu-pintu penguasa terkena fitnah, tidak seseorang semakin dekat dengan penguasa maka akan bertambah jauh dari Allah.” 

(HR. Ahmad dan Baihaqi dengan sanad shahih)

وأخرج ابن ماجه، عن أبي هريرة، قال: قال رسول الله صلى الله عليه  وسلم: « إن أبغض القراء إلى الله تعالى الذين يزورون الأمراء

Dari Abi Hurairah radiallahu anhu, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya qurra yang paling dibenci Allah ialah yang mendatangi penguasa.” 

(HR. Ibnu Majah).

Sayidina Anas ra juga meriwayatkan:

ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ ﺃَﻣَﻨَﺎﺀُ ﺍﻟﺮُّﺳُﻞِ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﺨَﺎﻟِﻄُﻮْﺍ ﺍﻟﺴُّﻠْﻄَﺎﻥَ ﻭَ ﻳُﺪَﺍﺧِﻠُﻮْﺍ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﺎِﺫَﺍ ﺧَﺎﻟَﻄُﻮْﺍ ﺍﻟﺴُّﻠْﻄَﺎﻥَ ﻭَ ﺩَﺍﺧَﻠُﻮْﺍ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺧَﺎﻧُﻮْﺍ ﺍﻟﺮُّﺳُﻞَ ﻓَﺎﺣْﺬَﺭُﻭْﻫُﻢْ ﻭَﻓِﻲْ ﺭِﻭَﺍﻳَﺔٍ ﻟِﻠْﺤَﺎﻛِﻢِ ﻓَﺎﻋْﺘَﺰِﻟُﻮْﻫُﻢْ

Ulama adalah kepercayaan para rasul selama mereka tidak bergaul dengan penguasa dan tidak asyik dengan dunia. Jika mereka bergaul dengan penguasa dan asyik dengan dunia maka mereka telah mengkhianati para rasul. Karena itu, jauhilah mereka. 

(HR. al-Hakim).

Bagi anda yang akrab dengan Al Qur’an, tentu sering mendapati ayat-ayat yang melarang kaum mu’minin menjadikan orang kafir sebagai auliya pada ayat yang sangat banyak. Setidaknya ada 9 ayat yang akan kita nukil di sini yang melarang menjadikan orang kafir sebagai auliya.

Makna auliya (أَوْلِيَاءَ) adalah walijah (وَلِيجةُ) yang maknanya: “orang kepercayaan, yang khusus dan dekat” (lihat Lisaanul ‘Arab). Auliya dalam bentuk jamak dari wali (ولي) yaitu orang yang lebih dicenderungi untuk diberikan pertolongan, rasa sayang dan dukungan (Aysar At Tafasir, 305).

Jangan Jadikan Orang Kafir Sebagai Orang Kepercayaan Dan Pemimpin

[Ayat ke-1] 

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi auliya dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu)” (QS. Al Imran: 28) 

Ibnu Abbas radhiallahu’anhu menjelaskan makna ayat ini: “Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang kaum mu’minin untuk menjadikan orang kafir sebagai walijah (orang dekat, orang kepercayaan) padahal ada orang mu’min. Kecuali jika orang-orang kafir menguasai mereka, sehingga kaum mu’minin menampakkan kebaikan pada mereka dengan tetap menyelisihi mereka dalam masalah agama. Inilah mengapa Allah Ta’ala berfirman: ‘kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka‘” (Tafsir Ath Thabari, 6825).

[Ayat ke-2] 

Subcategories