Sholawat adalah bentuk jamak dari kata "Salla" atau "Salat" yang dapat diartikan sebagai suatu Do'a, Keberkahan, Kemuliaan, Kesejahteraan, dan Ibadah.  Dan arti shalawat dapat dilihat dari segi Asbabul nuzulnya dan sholawat dibagi menjadi dua bagian yaitu : Sholawat Matsuroh dan Sholawat Ghairo Matsuroh.

 

Pertama : Sholawat Matsuroh

Sholawat yang diriwayatkan langsung oleh Nabi Muhammad Saw.

Kedua : Sholawat Ghoiro MatsurohSholawat yang dikarang oleh para sahabat Rasul, para istri serta putra Rasul, para habaib, para ulama, para sholihin, para syuhada, dll.

Keabsahan Sholawat Ghoiro Matsurah adalah syah di karenakan pada lafadz "Shollu‘alaihi wasalimu tasliman"

Pada Surat Al’Ahzab dalam Al-Quran ayat 56 yang di tafsirkan sebagai kalimah "Du’a ikum", yaitu mendo'akan kepada Rasulullah Saw, dan seruan untuk bersholawat terdapat dalam Al-Qur'an. Sebagaimana Firman Allah Swt :  “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya besholawat kepada nabi Muhammad. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu sekalian kepada nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."(QS.Al-Ahzab : 65).

Jika kita lihat di berbagai Tafsir Al-Quran sudah sangat jelas sekali setiap muslim di wajibkan untuk bersholawat, karena di dalam  Al-Quran dan Al-Hadist tidak ada ayat ataupun hadist yang melarang atau membid’ahkan prihal sholawat, bahkan menyuruh setiap orang-orang yang beriman untuk bersholawat kepada para nabi. 

Rasulullah Saw telah bersabda bahwa “  Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail telah berkata kepadaku “ . Berkata Jibril As : “ Wahai Rasulullah barang siapa yang membaca sholawat keatasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”.  

Berkata pula Mikail As : “ Mereka yang bersholawat keatas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.”.  

Berkata pula Isrofil As : “ Mereka yang bersholawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah Swt dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah mengampuni orang itu ( yang bershalawat). ”

Malaikat Izrail As pula berkata : “ Bagi mereka yang bersholawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.” Mengenai dasar bacaan Shalawat Nabi itu harus di ucapkan, di baca, di dzikirkan oleh setiap muslim dan orang mukmin di mana saja dan dalam keadaan apapun. Dalam keadaan berdoa isi bacaan doa itu harus ada bacaan shalawat atas Nabi yang dapat di baca, di awal, atau di pertengahan dan dan bahkan di akhir bacaan sholawat tersebut. Jika tidak maka doa tersebut akan tertahan diantara langit dan bumi serta tiada naik barang sedikitpun.

Dalam pengertian shalat juga sebagai doa, ketika Muhammad di perintahkan sholat, maka ini artinya Allah Swt menjadikan Muhammad Saw sebagai hamba yang memohon, berdoa dan Allah adalah menjadikan dirinya sebagai yang dimintai permohonan. 

Karena Rasul adalah utusan dari Allah kepada manusia atau perantara, dan doa juga sebagai perantara dari manusia kepada Allah dalam bentuk permohonan, maka rasul menjadi titik temu hubungan ini, yang berarti Rasul adalah doa itu sendiri  yakni barzakh  atau pintu perantara antara manusia dengan Tuhan disinilah terletak fungsi Sholawat.   

Dalam sholawat terkandung juga doa, pujian dan cinta, karena shalawat adalah salah satu jalan menuju cinta kepada Rasul, yang pada tingkat tertinggi menyebabkan seseorang lebur dalam totalitas eksistensi atau Nur Muhammad. 

Shalawat suatu fungsi sebagai berkah dari Allah untuk menghidupkan hati dan membersihkan hati agar terserap dalam Nur Muhammad dan sekaligus sebagai kedamaian yang menenteramkan.  Dengan demikian shalawat menjadi pembuka pintu terkabulnya segala macam doa seseorang  

Seperti di katakan dalam hadist :  “ Doa tidak akan naik ke langit tanpa melewati sebuah pintu atau tirai “. 

Jika doa di sertai shalawat kepadaku maka doa akan bisa melewati tirai ( yakni membuka pintu ) itu dan masuklah doa itu ke langit, dan jika tidak di sertai shalawat doa itu akan di kembalikan kepada pemohonnya.”   

Dengan senantiasa bersalawat maka kita akan dapat mengendalikan ego buruk, melalui sholawat dan dzikrullah, dapat membunuh nafsu amarah dan kemudian hati dan ruh kita akan menjadi tenang dan damai, kedamaian masuk kedalam hatimu, inilah yang di sebut nafs al-Mutmainna. 

Kemudian kedamaian itu mengisi hati kita dengan perilaku yang sempurna, nafs al-Kamila,  Ada 7 tingkatan dalam jiwa yang akan membuka untuk semua 7 tingkat bagi ruh, untuk mengangkat jiwa kita di hadirat illahi. Ini adalah semacam lataif, di mana ada berbagai tingkatan yang berbeda. 

Pengetahuan ini akan terbuka untuk dapat menaklukkan empat musuh diri kita sendiri dengan bersalawat.  Karena kita memiliki 4 musuh : Nafsu, Cinta Dunia, Hawwa dan Setan. Nafs adalah ego kita, Dunia adalah cinta dunia, Hawwa adalah keinginan buruk dan setan. keempat musuh-musuh itu dapat di hilangkan dari kita dengan bersalawat, karena kita datang memohon bantuan Nabi Muhammad Saw.   

Shalawat yang di amalkan oleh Sufi dan terutama dalam tarekat-tarekat amat banyak macamnya dan jumlahnya, sebagian dari shalawat Sufi di peroleh dari ilham rabbani, atau kasyaf rabbani, atau dari mimpi yang benar ( Ru’ya As-Shadiqah ) di mana dalam kondisi itu mereka bertemu atau bermimpi bertemu dengan Nabi dan di ajarkan lafaz shalawat tertentu dan di suruh untuk menyebarkannya.  

 

Karena itu susunan kata dalam shalawat Sufi bervariasi dan sebagian besar mengandung kalimat yang indah, yang mengandung misteri dari hakikat Muhammad, Nur Muhammad, atau misteri fungsi kerasulan dan kenabian Muhammad pada umumnya.    

 

Semua sholawat mengalirkan berkah kepada pembacanya sebab dengan shalawat seseorang akan terhubung dengan perbendaharaan tersembunyi yang kandungannya tiada batasnya atau dengan kata lain, dengan shalawat seseorang berarti akan memperoleh berkah kunci dari perbendaharaan tersembunyi yang gaib sekaligus nyata yakni dalam wujud Muhammad Saw.     

 

Dalam tradisi Sufi di yakini bahwa bacaan shalawat tertentu mempunyai fungsi dan faedah tertentu untuk mengeluarkan kandungan perbendaharaan tersembunyi sesuai dengan kandungan misteri yang ada dalam kalimat-kalimat bacaannya.     

 

Menurut Arifbillah menegaskan : ” Sesungguhnya membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw itu bisa menerangi hati dan mewushulkan kepada Tuhan Dzat yang maha mengetahui perkara gaib.”     

 

Proses kita menuju totalitas tersebut merupakan upaya untuk menyerap semua nama dan sifat Tuhan secara sempurna dan harmonis melalui perantaraan Rasul. Ini adalah salah satu aspek dari fana fi-rasul. seorang Sufi yang telah mencapai taraf fana fi-Rasul, atau menyatu dengan Nur Muhammad, maka ia akan merasakan kehadiran Muhammad bahkan dalam keadaan terjaga dan bercakap-cakap dengannya.      

 

Tetapi tentu saja semua contoh di atas tidak bisa di lihat dari perspektif umum atau lahiriah, sebab hal-hal ini berada dalam konteks gaib dan rahasia ilahi yang hanya di pahami oleh orang-orang yang memang di beri izin dan di beri hak untuk memahaminya, biasanya di alami oleh para wali yang telah mencapai kedudukan tertinggi.   

 

Sebagian para arifbillah berkata : " Sungguhnya sholawat itu bisa mengantarkan pengamalnya untuk marifat kepada Allah, meskipun tanpa guru spiritual ( mursyid ) “ .    

Karena guru dan sanadnya langsung melalui Nabi, setiap sholawat yang di baca seseorang selalu di perlihatkan kepada beliau dan beliau membalasnya dengan doa yang sama. Dan dengan bersholawat pula kita memuji Nabi Muhammad, Hakikat Muhammad itu ialah Nur Muhammad. Nur Muhammad. itu ialah hakikat alam. Nur Muhammad. atau Hakikat Muhammad disebut juga Nur awal, artinya asal segala kejadian dan akhir segala kenabian.

Itulah sebabnya hakikat Muhammad itu di sebut utusan, maka kalau hakikat Muhammad itu di sebut utusan Tuhan maka carilah dan galilah sedalam-dalamnya hakikat hidup kita ini, supaya bisa pulang kembali keasalnya,yaitu kembali kepada hidup yang sejati, yaitu hidupnya Tuhan yang kekal dan abadi, dan azali dan tidak terkena kehancuran.

Itulah yang disebut Dzat yang maha besar yang dikenal dengan sebutan : Haqqullah Ta’ala Itulah tempat kembali, tempat manusia Marifat, sebagai kesempurnaan kita yang sejati dan abadi. Haqqullah itu adalah sebagai kenyataan kita yaitu untuk alam akhirat nanti dan alam dunia ini.  

Sholawat banyak memiliki kesamaan dan perbedaan untuk memperoleh satu tujuan, yaitu mendapatkan keridhaan atau kemuliaan dari Allah Swt dan syafaat dari Rasulullah Saw. Selain bersholawat mengandung nilai ibadah, apabila di tinjau dari sisi ilmu batin, mengandung berkah yang sangat luar biasa yang memiliki berkah dan manfaat apabila si hamba mengetahui rahasia dari sholawat itu sendiri.

Sholawat kepada Nabi banyak di ijazahkan oleh para ahli agama, karena membacanya adalah ibadah, sholawat bukan hanya di hafal dan di baca melainkan ada tata cara khusus yang sudah memiliki rangkai dengan bait-bait tertentu, bacaan shalawat dan manfaatnya adalah merupakan bentuk-bentuk ajaran dan tuntunan bacaan shalawat yang bersumber dari ajaran Rasulullah saw, para Waliyullah, para Alim Ulama terdahulu.

Di dalam kitab-kitab tafsir Ulama Sufi, Sholawat tidak menonjokan segi Ilmu Fikihnya melainkan dari segi Ilmu Spiritualnya.  Di Sholawat dalamnya tersimpan ribuan rahasia-rahasia yang teramat agung, baik dalam kandungan arti, hikmah serta kegunaannya. Sholawat harus di kaji dan di pahami, yang pada umumnya hanya sedikit sekali umat muslim mengetahui.

Dengan minimnya pengetahuan bagi umat muslim mengenai akan rahasia-rahasia yang tersimpan dalamnya, hal ini di karenakan minimnya rasa yakin atau karena sugesti bahwa Sholawat sudah sering di baca sehingga menjadi terlalu mudah biasa dalam pikiran kita sendiri, umumnya manusia berfikir begitu bahwa sesuatu yang mudah dan biasa adalah mudah dan biasa pula rahasia serta manfaatnya.

Kita pandang dari sudut lain, yakni dari segi pragmatis maka kandungan Al-Qur’an bukan hanya ilmu pengetahuan lahir dan batin saja, tetapi juga mengandung aspek pragmatis untuk membantu menghadapi hidup dan juga bisa melahirkan keajaiban dalam kehidupan manusia.

Sudah banyak orang yang ahli dalam pengetahuan tentang ilmu rahasia, khasiat Sholawat bahkan sudah beratus-ratus atau beribu-ribu pula tata cara dan jalan yang mereka tempuh dan yakini dalam menguasai khasiat Sholawat.

Dan tentunya sebagai seorang pengamal harus menghormati akan perbedaan tata cara dan pengamalan tersebut, Sebab hakikat dari ratusan bahkan ribuan perbedaan itu adalah sebagai penentu bagi diri kita mana yang paling cocok, maka kita harus bersyukur adanya perbedaan, karena perbedaan adalah rahmat Allah.

Sebagian para Arifbillah dan Ahli Hikmah berpendapat bahwa setiap surat, ayat atau setiap kata, huruf ada khasiat atau keutamaan tertentu. Ilmu tentang rahasia khasiat atau keutamaan juga termasuk dalam ilmu laduni. Yang menjadi pertanyaan ... ?. Bagaimana khasiat atau keutamaann bisa di realisasikan.

Inilah yang di maksud dengan ilmu rahasia khasiat dan keutamaan hanya bisa di ketahui melalui ilmu laduni. banyak tokoh Wali Allah yang di karuniai pengetahuan tentang cara-cara ilmu dan pengamalan agar bisa terealisasikan, sebagian dari pengetahuan itu telah banyak di tulis dalam berbagai kitab.

Dari: Berbagai Sumber.

 

 

 

Wallohu a'lam bisshawab